Selasa, 10 April 2012

let me with my choice

Ya, aku tahu..
Sebenarnya mereka hanya butuh pembuktian.
Sebuah bukti kalau aku bisa membahagiakan mereka seperti yang mereka mimpikan selama ini. Betul, mimpi yang mereka rajut bahkan ketika aku masih dibuai dalam pangkuan mereka.
Maafkan aku wahai bidadari duniaku...
Sungguh, jika aku bisa menjelaskan dengan kata yang tepat. Jika aku bisa memilih kalimat terbaik untuk mengatakannya. Maka akan aku katakan itu. 
Aku hanyalah seorang anak yang lemah dalam melangkah, jika tak kau ridhoi dengan doamu.
Aku hanyalah seorang pendoa yang sia-sia, jika tak kutemui restumu.
Tapi, tahukah kalian?
Dari dulu hingga ku dewasa kini, harapanku tak pernah berubah. 
Mengukir senyum di wajah kalian. Mempersembahkan kebahagiaan dalam hati kalian. Dan yang pasti, membangunkan istana di surga kelak untuk kalian..
Jadi, jika aku harus memilih.......
maka izinkan kali aku memilih:
"Membahagiakan kalian dengan pilihanku"
Biarkan aku membahagiakan kalian dengan caraku.
Yang aku butuhkan, tolong percayai aku, seperti kemarin-kemarin....

#Ah, aku bukan yang paling benar, hanya tolong percayai aku. Tak mungkin aku tak menginginkan yang terbaik untuk kalian. Kalian tak salah, sama sekali tak salah. Aku tahu, semuanya karena kalian menyayangiku..Kumohon...Pokoknya, doakan saja ya..

Minggu, 08 April 2012

geje gak sih

Aku ingin menjadi seorang penulis!!!!

Aissshh...keterlaluan gak sih tuh mimpi?
Busyeetttt,,sepertinya aku bisa,,mmmphh, bukan, aku bisa kalau aku mau, yup, tepat sekali! :D
#halahh, apa ini kau Res??
Itu saja.
Cukup sekian. Terima kasih
prokk prokk prokk..

Pernahkah? Aku pernah..

Pernahkah kau merasakan hatimu kering walau mulutmu sedang mengeja ayat-ayat cintaNya? Aku pernah (sering mungkin).
Dan pernahkah kau meneteskan air matamu ketika tiba-tiba tiap huruf ayat cintaNya begitu meresap, hangat memenuhi relung jiwamu? Aku pernah (sekarang!)
Pernahkah kau merasa Dia begitu jauh,,bukan, tapi kau lah yang menjauh.. Aku pernah.
Dan pernahkah kau berlari terburu, ingin segera mengadu, tersungkur, dan menceritakan segala gundah padaNya? Aku sering (bahkan saat ini!)
Ah, Rabbi-ku....
andai "al iimanu yaz daadu wa yanqush" itu tak aku kenal,
alangkah indahnya...........^____^

Senin, 26 Maret 2012

tentang lima huruf bernama CINTA

Kalau bicara tentang lima huruf ini, rasanya otakku berhenti mencari track-track memori untuk menuangkannya dengan verbal maupun tulisan. Lidahku pun mendadak kaku untuk menguraikannya menjadi untaian makna. Lebih tepatnya saya akan mengerutkan dahi ketika diminta menjelaskannya. Karena C.I.N.T.A itu menurut saya kompleks, luas, tak terkotak dalam satu makna saja, tak dapat dipandang dari satu sisi saja, dan tak dapat dijudge salah atau benar sembarang saja.

Bukankah lima huruf itu begitu hebat di mata siapa saja? Cinta mampu menghebatkan orang yang lemah. Cinta mampu menyatukan persepsi orang yang berbeda. Setiap makhluk bernama manusia pasti mengenalnya, tak perlu belajar dari bangku sekolah, tak perlu berguru sampai ke negeri Cina.
Kata para penyair, cinta itu anugerah. Tentu saja. Karena apapun yang indah adalah milik-Nya. Hanya karena Allah menitipkan sedikit saja rasa cintaNya untuk manusia, manusia sudah kepalang bahagia.
Dengan cinta, manusia menjadi pemurah.
Dengan cinta, manusia mengerti rasa.
Dengan cinta, manusia menjadi lebih beradab.
Dengan cinta, manusia mampu mengolah titipan berharga, yakni akal.
Maka, tak perlu ada kata buta di belakang cinta. Karena cinta itu cahaya, menerangi sekelilingnya, menerangkan jiwa dan hati yang gelap karena prasangka dan dosa.
Maka cinta tak butuh kata mati. Karena cinta itu sesuatu yang hidup dalam sanubari manusia. Mampu menjadi obat yang menyembuhkan hati yang sakit, bahkan menghidupkan hati yang mati. Karena sekali lagi, cinta adalah perpanjangan Rahman dan Rahim.
Maka tak wajar ada kata jatuh di depan cinta. Karena cinta tak identik dengan kesakitan. Harusnya ia menyehatkan, membangun kekuatan. Lebih anggun ketika kata bangun dipasangkan dengannya. Karena membangun cinta adalah kata yang sempurna. Untuk menggambarkan sebuah kerja nyata dalam mensyukurinya.
Dan lebih kejam jika cinta disandingkan dengan kata monyet. Ha! Karena cinta itu milik semua makhluk. Yang Allah titipkan agar manusia berbahagia karenanya. Namun agar tetap waspada ketika hati telah dibutakan karena salah memaknainya.

ketika cinta bicara

Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki. Kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?
Syyaahh...blesss, sebuah kalimat dari Asma Nadia yang membuat saya ingin segera mengepalkan tangan ke atas seperti hendak bertakbir, seraya berteriak, "Sepakatttttt!!!!!!"
Hah, mungkin karena saya terlalu parno setelah membaca (mungkin berulang kali) kisah pilu perempuan setia yang dikhianati kesetiaannya.
Yah, tidak usah membahas terlalu dalam 'mengapa'. Karena saya pun tidak tahu jawabannya, tentu saja karena saya bukan seorang laki-laki.
Andai laki-laki bisa memahami bagaimana perempuan memaknai cinta. Bagaimana seorang perempuan begitu mengagungkan cinta yang sudah diikrarkan. Bagaimana pentingnya cinta dalam hidup perempuan. Dan yang paling penting bagaimana perempuan hanya memiliki satu cinta untuk orang yang dicintainya dan hanya menginginkan satu cinta yang setia untuk dirinya.
Busyettt, sok tauk banget gak saya? Halahhh..
Yang pasti, cinta itu sesuatu yang indah, ia tidak pantas disandingkan dengan kata jatuh, atau mati. Karena cinta itu membangunkan jiwa yang lelah dan cinta menghidupkan jiwa yang mati..(#plakkk)
Okey, kali ini izinkan saya mengumpulkan makna-makna cinta menurut beberapa pakarnya :)
-------------------------------------------
cinta menurutku tak berwarna
... ia menjadi jingga sebagai mana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, biru dan merah
sebagaimana kau menginginkannya
cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kejujuran dan keberanian
tentang kemarahan dan kasih sayang
cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
sebab ia menenggelamkan kita
pada angan-angan dan mimpi yang abadi
dan cintaku padamu
adalah surga yang tak bisa kumasuki
jika tanpamu
(Asma Nadia)

eSPede itu....rasa nano-nano

And the new life has begin...
tarraaa!!!

Dear my blog, i'm so sorry because dah lama gak nguneg2 ke kamu :)
Kali ini aku datang dengan kisah baru, good news..Wahh...
Nama Resti itu sekarang menjadi panjang sedikit, yah tiga huruf, Resti, S.Pd.
Rasanya gimana?
Yah, aku bilang nano-nano. Ada rasa manis semanis coklat, asemnya asem jawa, asinnya garam inggris (*eh, gak ding, emang garam inggris asin gak sih?)

Apa kalian masih ingat cerita-ceritaku sebelumnya? Keajaiban Itu Tipis Sekali part 1 dan 2?
Hmm, baiklah, there's something miracle again! Tapi aku tidak mau menyebutnya sebagai Keajaiban Itu Tipis Sekali part 3. Tentu saja, akan sangat mudah ditebak bukan jika aku menuliskan judul itu.

Sarjana pendidikan tentu saja bukan perkara yang mudah. Beratttt,,baik itu saat berjuang mendapatkannya dan terlebih berat lagi ketika berjuang mempertanggungjawabkannya.

Ahh, i have no idea to tell more words again.........

Jumat, 10 Februari 2012

lebih dari sahabat

Duh, melankolisnya mulai keluar lagi. Dak apolah yo? 
Sahabat...
Mereka adalah orang-orang yang kau rasakan keberadaannya itu berarti dalam hidupmu, persis saat mereka tak bersamamu lagi, maka kau akan merasakan sesuatu yang hilang dan keinginan untuk terus bersama-sama mereka selalu membayangi hatimu.
Itulah yang aku rasakan saat ini, sahabat. Bahkan jauh sebelum amanah itu resmi dilepaskan dari pundak-pundak kita.
Biarlah kali ini aku ingin menuangkan sedikit kisah kita, sejenak memutar memori lalu menguraikannya.
Tadi, saat melihat slide demi slide yang ditayangkan, luar biasa, hati terasa bergemuruh. Ntahlah, apa itu perasaan bahagia, ataukah haru, ataukah rindu.
Bahagia.
Kenangan itu berputar tak beraturan. Iya, aku rasakan kebahagiaan, bahagia mengenal sahabat seperti kalian. Sungguh. Kalian adalah orang-orang terbaik yang dipilihkan Allah. Tentu saja. Ketika orang lain di luar sana hanya bisa bersorak, maka kita berpikir keras lalu berbuat. Ketika orang lain sibuk mengkritisi keadaan, maka kita berusaha untuk mengubah keadaan. Ketika orang lain menuntut, maka kita berusaha memenuhi. Dan ketika orang lain tengah lelap tertidur, maka kita masih terjaga, demi tujuan mulia kita bersama.
Ah, sedikitpun tidak pernah ada kata menyesal yang terlontar dari mulutmu sahabat atas waktu yang mungkin banyak tersita. Kalian adalah orang-orang berhati ikhlas. Banyak sekali aku belajar dari kalian.
Lalu haru.
Rasa haru itu menyeruak, ketika aku sadar kita mulai dipisahkan oleh ruang dan waktu, satu per satu. Tentu saja bukan karena kita tak saling mengasihi lagi, tapi karena hidup harus berlanjut setelah ini. Entah kapan bisa utuh bertemu kembali, itu yang terlintas kini. Entah akan sama seperti kemarin, atau seperti apa. Hanya doa yang kupanjatkan sambil mengingat dalam-dalam wajah-wajah kalian sahabat. Agar hati selalu tertaut, agar cinta tetap berhimpun dalam ketaatan dan kebaikan.
Rindu.
Banyak hal yang membuatku rindu. Rindu saat-saat berpusing ria dalam syuro, atau bahkan tak jarang kita berselisih pendapat karenanya. Rindu ketika aku melihat jalan, yang terbayang adalah waktu kita berpanas-panasan mengumpulkan infaq para pengguna jalan untuk dibagikan ke yang membutuhkan. Rindu saat berpeluh berdebu menunggu bazar buku. Rindu saat-saat menahan kantuk demi melahirkan sebuah ikon kita. Rindu saat ngomel-ngomel membersihkan sekret itu ^^. Rindu saat-saat kalian ukhti menyabarkan aku ketika amarahku. Rindu saat-saat kalian juga ukhti menguatkan ketika aku hampir menyerah. Kadang fisik yang lelah membuat kita sulit untuk memahami satu sama lain, dan pertengkaran kecil itu tak terelakkan, namun maaf-memaafkan terasa begitu indah saat itu, menguatkan kembali persaudaraan kita.

Selasa, 10 April 2012

let me with my choice

Ya, aku tahu..
Sebenarnya mereka hanya butuh pembuktian.
Sebuah bukti kalau aku bisa membahagiakan mereka seperti yang mereka mimpikan selama ini. Betul, mimpi yang mereka rajut bahkan ketika aku masih dibuai dalam pangkuan mereka.
Maafkan aku wahai bidadari duniaku...
Sungguh, jika aku bisa menjelaskan dengan kata yang tepat. Jika aku bisa memilih kalimat terbaik untuk mengatakannya. Maka akan aku katakan itu. 
Aku hanyalah seorang anak yang lemah dalam melangkah, jika tak kau ridhoi dengan doamu.
Aku hanyalah seorang pendoa yang sia-sia, jika tak kutemui restumu.
Tapi, tahukah kalian?
Dari dulu hingga ku dewasa kini, harapanku tak pernah berubah. 
Mengukir senyum di wajah kalian. Mempersembahkan kebahagiaan dalam hati kalian. Dan yang pasti, membangunkan istana di surga kelak untuk kalian..
Jadi, jika aku harus memilih.......
maka izinkan kali aku memilih:
"Membahagiakan kalian dengan pilihanku"
Biarkan aku membahagiakan kalian dengan caraku.
Yang aku butuhkan, tolong percayai aku, seperti kemarin-kemarin....

#Ah, aku bukan yang paling benar, hanya tolong percayai aku. Tak mungkin aku tak menginginkan yang terbaik untuk kalian. Kalian tak salah, sama sekali tak salah. Aku tahu, semuanya karena kalian menyayangiku..Kumohon...Pokoknya, doakan saja ya..

Minggu, 08 April 2012

geje gak sih

Aku ingin menjadi seorang penulis!!!!

Aissshh...keterlaluan gak sih tuh mimpi?
Busyeetttt,,sepertinya aku bisa,,mmmphh, bukan, aku bisa kalau aku mau, yup, tepat sekali! :D
#halahh, apa ini kau Res??
Itu saja.
Cukup sekian. Terima kasih
prokk prokk prokk..

Pernahkah? Aku pernah..

Pernahkah kau merasakan hatimu kering walau mulutmu sedang mengeja ayat-ayat cintaNya? Aku pernah (sering mungkin).
Dan pernahkah kau meneteskan air matamu ketika tiba-tiba tiap huruf ayat cintaNya begitu meresap, hangat memenuhi relung jiwamu? Aku pernah (sekarang!)
Pernahkah kau merasa Dia begitu jauh,,bukan, tapi kau lah yang menjauh.. Aku pernah.
Dan pernahkah kau berlari terburu, ingin segera mengadu, tersungkur, dan menceritakan segala gundah padaNya? Aku sering (bahkan saat ini!)
Ah, Rabbi-ku....
andai "al iimanu yaz daadu wa yanqush" itu tak aku kenal,
alangkah indahnya...........^____^

Senin, 26 Maret 2012

tentang lima huruf bernama CINTA

Kalau bicara tentang lima huruf ini, rasanya otakku berhenti mencari track-track memori untuk menuangkannya dengan verbal maupun tulisan. Lidahku pun mendadak kaku untuk menguraikannya menjadi untaian makna. Lebih tepatnya saya akan mengerutkan dahi ketika diminta menjelaskannya. Karena C.I.N.T.A itu menurut saya kompleks, luas, tak terkotak dalam satu makna saja, tak dapat dipandang dari satu sisi saja, dan tak dapat dijudge salah atau benar sembarang saja.

Bukankah lima huruf itu begitu hebat di mata siapa saja? Cinta mampu menghebatkan orang yang lemah. Cinta mampu menyatukan persepsi orang yang berbeda. Setiap makhluk bernama manusia pasti mengenalnya, tak perlu belajar dari bangku sekolah, tak perlu berguru sampai ke negeri Cina.
Kata para penyair, cinta itu anugerah. Tentu saja. Karena apapun yang indah adalah milik-Nya. Hanya karena Allah menitipkan sedikit saja rasa cintaNya untuk manusia, manusia sudah kepalang bahagia.
Dengan cinta, manusia menjadi pemurah.
Dengan cinta, manusia mengerti rasa.
Dengan cinta, manusia menjadi lebih beradab.
Dengan cinta, manusia mampu mengolah titipan berharga, yakni akal.
Maka, tak perlu ada kata buta di belakang cinta. Karena cinta itu cahaya, menerangi sekelilingnya, menerangkan jiwa dan hati yang gelap karena prasangka dan dosa.
Maka cinta tak butuh kata mati. Karena cinta itu sesuatu yang hidup dalam sanubari manusia. Mampu menjadi obat yang menyembuhkan hati yang sakit, bahkan menghidupkan hati yang mati. Karena sekali lagi, cinta adalah perpanjangan Rahman dan Rahim.
Maka tak wajar ada kata jatuh di depan cinta. Karena cinta tak identik dengan kesakitan. Harusnya ia menyehatkan, membangun kekuatan. Lebih anggun ketika kata bangun dipasangkan dengannya. Karena membangun cinta adalah kata yang sempurna. Untuk menggambarkan sebuah kerja nyata dalam mensyukurinya.
Dan lebih kejam jika cinta disandingkan dengan kata monyet. Ha! Karena cinta itu milik semua makhluk. Yang Allah titipkan agar manusia berbahagia karenanya. Namun agar tetap waspada ketika hati telah dibutakan karena salah memaknainya.

ketika cinta bicara

Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki. Kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?
Syyaahh...blesss, sebuah kalimat dari Asma Nadia yang membuat saya ingin segera mengepalkan tangan ke atas seperti hendak bertakbir, seraya berteriak, "Sepakatttttt!!!!!!"
Hah, mungkin karena saya terlalu parno setelah membaca (mungkin berulang kali) kisah pilu perempuan setia yang dikhianati kesetiaannya.
Yah, tidak usah membahas terlalu dalam 'mengapa'. Karena saya pun tidak tahu jawabannya, tentu saja karena saya bukan seorang laki-laki.
Andai laki-laki bisa memahami bagaimana perempuan memaknai cinta. Bagaimana seorang perempuan begitu mengagungkan cinta yang sudah diikrarkan. Bagaimana pentingnya cinta dalam hidup perempuan. Dan yang paling penting bagaimana perempuan hanya memiliki satu cinta untuk orang yang dicintainya dan hanya menginginkan satu cinta yang setia untuk dirinya.
Busyettt, sok tauk banget gak saya? Halahhh..
Yang pasti, cinta itu sesuatu yang indah, ia tidak pantas disandingkan dengan kata jatuh, atau mati. Karena cinta itu membangunkan jiwa yang lelah dan cinta menghidupkan jiwa yang mati..(#plakkk)
Okey, kali ini izinkan saya mengumpulkan makna-makna cinta menurut beberapa pakarnya :)
-------------------------------------------
cinta menurutku tak berwarna
... ia menjadi jingga sebagai mana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, biru dan merah
sebagaimana kau menginginkannya
cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kejujuran dan keberanian
tentang kemarahan dan kasih sayang
cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
sebab ia menenggelamkan kita
pada angan-angan dan mimpi yang abadi
dan cintaku padamu
adalah surga yang tak bisa kumasuki
jika tanpamu
(Asma Nadia)

eSPede itu....rasa nano-nano

And the new life has begin...
tarraaa!!!

Dear my blog, i'm so sorry because dah lama gak nguneg2 ke kamu :)
Kali ini aku datang dengan kisah baru, good news..Wahh...
Nama Resti itu sekarang menjadi panjang sedikit, yah tiga huruf, Resti, S.Pd.
Rasanya gimana?
Yah, aku bilang nano-nano. Ada rasa manis semanis coklat, asemnya asem jawa, asinnya garam inggris (*eh, gak ding, emang garam inggris asin gak sih?)

Apa kalian masih ingat cerita-ceritaku sebelumnya? Keajaiban Itu Tipis Sekali part 1 dan 2?
Hmm, baiklah, there's something miracle again! Tapi aku tidak mau menyebutnya sebagai Keajaiban Itu Tipis Sekali part 3. Tentu saja, akan sangat mudah ditebak bukan jika aku menuliskan judul itu.

Sarjana pendidikan tentu saja bukan perkara yang mudah. Beratttt,,baik itu saat berjuang mendapatkannya dan terlebih berat lagi ketika berjuang mempertanggungjawabkannya.

Ahh, i have no idea to tell more words again.........

Jumat, 10 Februari 2012

lebih dari sahabat

Duh, melankolisnya mulai keluar lagi. Dak apolah yo? 
Sahabat...
Mereka adalah orang-orang yang kau rasakan keberadaannya itu berarti dalam hidupmu, persis saat mereka tak bersamamu lagi, maka kau akan merasakan sesuatu yang hilang dan keinginan untuk terus bersama-sama mereka selalu membayangi hatimu.
Itulah yang aku rasakan saat ini, sahabat. Bahkan jauh sebelum amanah itu resmi dilepaskan dari pundak-pundak kita.
Biarlah kali ini aku ingin menuangkan sedikit kisah kita, sejenak memutar memori lalu menguraikannya.
Tadi, saat melihat slide demi slide yang ditayangkan, luar biasa, hati terasa bergemuruh. Ntahlah, apa itu perasaan bahagia, ataukah haru, ataukah rindu.
Bahagia.
Kenangan itu berputar tak beraturan. Iya, aku rasakan kebahagiaan, bahagia mengenal sahabat seperti kalian. Sungguh. Kalian adalah orang-orang terbaik yang dipilihkan Allah. Tentu saja. Ketika orang lain di luar sana hanya bisa bersorak, maka kita berpikir keras lalu berbuat. Ketika orang lain sibuk mengkritisi keadaan, maka kita berusaha untuk mengubah keadaan. Ketika orang lain menuntut, maka kita berusaha memenuhi. Dan ketika orang lain tengah lelap tertidur, maka kita masih terjaga, demi tujuan mulia kita bersama.
Ah, sedikitpun tidak pernah ada kata menyesal yang terlontar dari mulutmu sahabat atas waktu yang mungkin banyak tersita. Kalian adalah orang-orang berhati ikhlas. Banyak sekali aku belajar dari kalian.
Lalu haru.
Rasa haru itu menyeruak, ketika aku sadar kita mulai dipisahkan oleh ruang dan waktu, satu per satu. Tentu saja bukan karena kita tak saling mengasihi lagi, tapi karena hidup harus berlanjut setelah ini. Entah kapan bisa utuh bertemu kembali, itu yang terlintas kini. Entah akan sama seperti kemarin, atau seperti apa. Hanya doa yang kupanjatkan sambil mengingat dalam-dalam wajah-wajah kalian sahabat. Agar hati selalu tertaut, agar cinta tetap berhimpun dalam ketaatan dan kebaikan.
Rindu.
Banyak hal yang membuatku rindu. Rindu saat-saat berpusing ria dalam syuro, atau bahkan tak jarang kita berselisih pendapat karenanya. Rindu ketika aku melihat jalan, yang terbayang adalah waktu kita berpanas-panasan mengumpulkan infaq para pengguna jalan untuk dibagikan ke yang membutuhkan. Rindu saat berpeluh berdebu menunggu bazar buku. Rindu saat-saat menahan kantuk demi melahirkan sebuah ikon kita. Rindu saat ngomel-ngomel membersihkan sekret itu ^^. Rindu saat-saat kalian ukhti menyabarkan aku ketika amarahku. Rindu saat-saat kalian juga ukhti menguatkan ketika aku hampir menyerah. Kadang fisik yang lelah membuat kita sulit untuk memahami satu sama lain, dan pertengkaran kecil itu tak terelakkan, namun maaf-memaafkan terasa begitu indah saat itu, menguatkan kembali persaudaraan kita.